Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. (Pramoedya Ananta Toer, Rumah Kaca-352)
Saturday, 5 February 2011
walk the talk
Saturday, 22 January 2011
rambut belah dua
Trend rambut belah dua muncul lagi. Masih lekat ingatan saya dulu, dulu sekali, jaman akhir SD sampai menjelang SMA, model rambut ala Herman Felani atau Rano Karno sangatlah popular. Setiap acara menggambar, kalau tokohnya lelaki saya pasti pilih model rambut belah dua ini. Keren, saking kerennya saya selalu bermimpi punya rambut seperti Rano Karno ini, meski tahu tak bakal mungkin karena rambut saya tipis, kering dan bercabang.
Banyak sebetulnya upaya sudah saya lakukan agar bisa punya rambut tebal belah dua. Sudah berapa kali saja kepala ini saya gunduli, cukur habis, lalu setiap mandi disiram dengan air dingin sebanyak-banyaknya biar akar rambut subur. Karena sahabat terdekat saya bilang nanti pas numbuh rambutnya jadi banyak dan tebal. Lalu saya keramas pakai merang, diolesi lendir daun lidah buaya, sampai rela berbau ria dengan minyak kemiri panggang. Tapi ya gak “ngefek blas”. Tetap saja rambut saya tipis, kering dan bercabang. Yang ada kelihatan hasil cuma sedikit bulu didada, bulu ketek agak banyak dan ehhheemmm saya jadi punya kumis, jenggot dan cambang yang lumayan deh, dari pada tidak ada sama sekali.
Dan sekarang, ketika usia saya mulai masuk kepala empat, tren rambut belah dua muncul lagi. Tidak pada orang seganteng Herman Felani atau Rano Karno tapi muncul lewat tokoh Gayus Tambunan yang koruptor itu. Dan karena wajah Gayus gak level banget dengan dua idola saya itu maka saya jadi kehilangan selera untuk ikutan trend rambut belah dua ini. Lagi pula sekarang lebih ga mungkin banget, karena selain tipis, kering dan bercabang, sekarang ini saya cuma punya rambut sedikit alias rontok alias agus/agak gundul sedikit.
Jadi lupakan Herman Felani, lupakan Rano Karno dan selamat tinggal Gayus.
Saya pingin jadi saya saja, jadi manusia yang berguna untuk sejawat disekitarnya.
Tuesday, 7 December 2010
Sunday, 31 October 2010
my 20 best film (part 1)
Film yang baik untuk saya adalah film yang pemainnya bisa dengan pas membawakan karakter perannya, dialognya cerdas, ada pesan moral yang kuat serta punya alur cerita dan ending yang tak terbayangkan.
Tak mengapa genre-nya horror, drama, thriller atau action, yang terpenting buat saya adalah setelah menonton film tersebut, ada makna yang bisa saya petik. bisa menginspirasi saya sehingga saya bisa belajar dari kejadian-kejadian didalamnya serta ada hal-hal yang selalu bisa dikenangkan untuk kemudian memanggil saya agar kembali menonton film itu lagi.
Berikut adalah daftar film yang pernah saya tonton dan mampu menggetarkan hati saya, daftar ini tidak dibuat berdasarkan peringkat, hanya berdasarkan semampu saya mengingat-ingatnya :
- Scarface (1983 – Director: Brian de Palma. Starring: Al Pacino, Steven Bauer, Michelle Preiffer)
- Missisipi Burning (1988 – Director: Alan Parker. Starring: Gene Hackman and Willem Dafoe)
- Schindler’s List (1993 – Director: Steven Speielberg. Starring: Liam Neeson, Ben Kingsley)
- Pulp Fiction (1994 – Director: Quentin Tarantino. Starring:John Travolta, Samuel L Jackson, Uma Thurman, Bruce Willis)
- The English Patient (1996 – Director: Anthony Minghella. Starring: Juliette Binoche, Willem Defoe)
- Life is Beautiful (1997 – Director: Roberto Benigni. Starring: Roberto Benigni, Nicoletta Braschi)
- Malena (2000 – Director: Giuseppe Tarnatore. Starring: Monica Belluci, Giuseppe Sulfaro)
- Mystic River (2003 – Director: Clint Eastwood. Starring: SeanPean, Tim Robbins, Kevin Baccon)
- Hotel Rwanda (2004 – Director: Terry George. Starring: Xolani Mali, Don Cheadle, Desmond Dube)
- Avatar (2009 – Director: James Cameron. Starring: Sam Worthington, Zoe Saldana, Sigourney Weaver)
- The Others (2001 - Director: Alejandro Amenábar, Starring : Nicole Kidman, Christopher Eccleston and Fionnula Flanagan )
- Bridget Jones's Diary (2001 - Director: Sharon Maguire. Starring : Renée Zellweger, Colin Firth and Gemma Jones)
- Ben-Hur (1959 - Director: William Wyler. Starring : Charlton Heston, Jack Hawkins and Stephen Boyd)
- Mystic River (2003 – Director : Clint Eastwood. Starring : Sean Penn, Tim Robbins and Kevin Bacon)
- Indigènes (2006 - Director : Rachid Bouchareb. Starring : Samy Naceri, Roschdy Zem and Sami Bouajila)
- The Godfather (1972 – Director : Francis Ford Coppola. Starring : Marlon Brando, Al Pacino and James Caan
- The Godfather: Part II (1974 – Director : Francis Ford Coppola. Starring : Al Pacino, Robert De Niro and Robert Duvall
- The Godfather: Part III (1990- Director : Francis Ford. Coppola. Starring : Al Pacino, Diane Keaton and Andy Garcia)
- Kill Bill: Vol. 1 (2003 – Director : Quentin Tarantino. Starring : Uma Thurman, David Carradine and Darryl Hannah)
- Kill Bill: Vol. 2 (2004 – Director : Quentin Tarantino. Starring : Uma Thurman, David Carradine and Michael Madsen)
Bandar Lampung, 31 Oct 2010
Friday, 29 October 2010
akhirnya punya

sabar menanti
mendahulukan yang memang lebih perlu
terkalahkan dengan banyak hal
Dan hari itu datang juga
Hypermart plus CIMB Niaga
memberi jalan yang lapang,
karpet merah tergelar untuk sebuah keinginan
discount 30%
tambah cicilan 12x tanpa bunga
bayangkan coba
siapa tak tergoda
Satu hari setelahnya
film Agora dengan Rachel Weisz bintangnya
menjadi perdana gelegar suaranya dirumah
Akhirnya ...
1 dari 3 PenGens
tergapai sudah
Bandar Lampung, 29 Oct 2010
Thursday, 30 September 2010
The Beatles
Alkisah,
dua puluh tiga tahun yang lampau
Lagu Obladi Oblada dari beatles itu terdengar menghentak
dan kami tanpa kordinasi serentak juga bernyanyi
kenapa kamu suka beatles?
aku? kenapa aku suka beatles? tanyaku
karena beatles nadanya mirip dengan koes plus
itulah mengapa aku suka beatles, kataku
dan mereka tertawa mengejek,
dan aku juga tertawa
kami semua tertawa
dan aku,
cuma aku yang tak tahu kenapa harus juga tertawa
Bandar lampung, 30 Sep 2010
Tuesday, 21 September 2010
jika ku menua nanti
Monday, 20 September 2010
betapa ku mencintaimu
Yang kutahu setiap saat bersamamu
adalah proses mengerti makna sebuah cinta
melihat kedalaman hatimu
merasai kebesaran jiwamu
meraba semua ketulusanmu
seperti jelaga yang tak pernah kering
disetiap tarikan nafasmu
dan suara suara lembutmu
ada ketulusan disitu
mengisi ruang-ruang hati
terpatri begitu saja di sanubari
hati selalu tenteram
ketika ku ada bersamamu
hidup denganmu adalah
mimpi yang jadi kenyataan
Istriku,
Betapa setiap waktu ku mencintaimu
Bandar Lampung, 20 Sep 2010
Sunday, 19 September 2010
Jasmine mau mens
Saturday, 18 September 2010
pulang
“aku ingin pulang, ingin cepat pulang …”
“berikan sayapmu agar aku pulang”
Sepotong syair diatas, yang saya kutip dari lagunya Nidji, rasa-rasanya kok pas ya menggambarkan betapa hidup yang sedang mengalir ini semakin terasa penuh hal yang belum lagi bisa saya pahami.
Lebaran kemarin, tetap saja seperti lebaran yang lalu-lalu. Sungkem saya pada orang tua sehabis sholat Ied belum juga bisa membuat hati terdalam saya merinding dan bergetar. Kata-kata saling meminta maaf masih sebatas ritual yang harus selalu dijalani tahun demi tahun.
Ingatan akan masa-masa yang dulu, kejadian-kejadian yang lampau hingga yang baru kemarin-kemarin ini masih saja terus menggantungi jiwa terdalam saya. Membebani saya untuk bisa menjadi seorang yang lebih besar hati. Meminta dan memberi maaf dengan tulus ikhlas, tidak sebatas ucapan dibibir atau jabatan tangan semata.
Saya ingin bisa menangis
Ketika sujud menggenggam telapak
Bicara terisak-isak
Suara yang bergetar
Mengantar hati yang memohon ampun
Saya tahu kelak saya harus bisa
Tapi tidak sekarang, belum bisa sekarang
Kapan ?
Saya sendiri belum tahu
“aku ingin pulang, ingin cepat pulang …”
“berikan sayapmu agar aku pulang”
Bandar Lampung, 18 Sep 2010