Sunday, 24 October 1993

biar saja



Pada tembok bisu
semalam dilangit cerah
aku bilang
rinduku menggumpal

Malam itu juga
kutuntun cintaku kesebrang
jejak hitam kutinggal
tergeletak pasrah
bersama batu-batu

Kuraba tengah dadaku
malam jadi tak sunyi
bintang satu dua diatas
saling bisik berisik

peduli apa

sayang ...
ini aku datang


Sby, 24 Oct 93

Tuesday, 5 October 1993

pulang kuliah



malam-malam ...

aku masuk kamar
kamu masuk kamar

aku buka jaket
kamu buka jaket

aku buka baju
kamu buka baju

aku buka celana
kamu buka celana

aku pakai celana pendek
kamu pakai daster

aku naik ranjang
kamu naik ranjang

aku telentang
kamu tengkurap

aku tertidur pulas
kamu tertidur pulas

aku di rumah kos
kamu dirumah orang tuamu


Sby, 5 Oct 1993

Monday, 20 September 1993

barangkali aku sedang jatuh cinta


Barangkali aku sedang jatuh cinta
dipenghujung senja
kutabur sejuta angan
dibelel saku jeans ku

Gila...kataku dalam hati
sebeginikah cinta terpaku
merujuk masa lalu
ini cuma kebodohan

kenyataan sedang tersenyum
aku terbahak-bahak


Sby, 20 Agustus 93

selingkuh




Terpelanting dalam ke-aku-an
telah gugur daun

dibelum waktunya

perlahan kebawah


Suatu masa digores

dalam sayatan semu

bidadari sudah tak lembut lagi

kecantikannya bak setan mengerang

Ujarku ini apa

kenyataan berlari atau

semunya bayang dimata

sementara langit merah
bakar jiwa
yang memang tak basah

Sby, 20 Sep 93

Wednesday, 15 September 1993

kan Ku ..


kan kugenggam tanganmu
di senja menguncup

perabuan membisu

kan kuraba dagumu
perlahan
desir hati tak tampak

kan kucium bibirmu
agar sepenggal cinta
tertoreh dalam makna

kan kutabur benih
fatamorgana dingin
dipersimpangan jalan

kan ku ..

kan ku ..


Sby, 15 Sep 93

Tuesday, 14 September 1993

sudah kuputuskan



Aku sudah putuskan bahwa
aku suka kamu
terlalu banyak hal yang membuat
aku tak bisa menolak bayang kamu
hari-hariku sudah berubah warna
hanya karna kamu

Aku yakin ini bukan sebuah ketololan
mengharap malam minggu segera datang
kemudian kuisi buku harian
dengan kata cinta sepanjang masa

lalu ..
kalau bayang sudah menyatu dengan mimpi
kemudian dengan senyum
terajut sebuah khayal yang indah
membentang dalam malam yang terang
disisi bulan yang sedang tersenyum

lalu ..
biarkan saja
kita jalan terus


Sby, 14 Sep 93

Thursday, 2 September 1993

pacar ku Meilina



Saat tenggadah
tak kutemu wajahmu dibulan
(lalu kubiarkan dia tetap bulat)

Saat kutoleh kesamping
ada senyum manis
terantuk debu jalan
(waktu itu aku yang tersipu)

Saat kuungkap perasaan
kupercaya
kamu juga begitu
(tak ada tepuk sebelah tangan)

Saat kugenggam lembut lima jari
ada sayang disana
kami terpaku dalam rasa
(Tuhan, biarlah terus begini)


Sby, 2 Sep 93

Saturday, 21 August 1993

kugenggam hatimu



Searah waktu jarum jam menunjuk
kita berdua terbuai
mimpi mendatang

Alam mulai bersaksi
jodohlah kamu, katanya
memang begitu, kataku
semoga saja, katamu


Sby, 21 Agustus 93

Tuesday, 17 August 1993

PROKLAMASI


Kami, sepasang kekasih.

Dengan ini menyatakan cinta kami.

Hal-hal yang mengenai perbedaan pendapat,
serta masalah dari luar yang bisa merusak hubungan kami,

Akan kami selesaikan secara seksama,

Dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.


Surabaya, 17 Agustus 1993
Atas nama sepasang kekasih

Wahyu - Meilina

Thursday, 12 August 1993

di malam kelam



Saat tenggadah
kutemu wajahmu dibulan
dalam baris-baris bintang
meniti waktu tak berawan

Dingin menguak sunyi
kelam yang kelip
berbinar matamu
saat ada hatiku
didadamu

Kugores pena tak bertepi
coba tulis rindu
yang sering bertanya
inikah cinta itu ?


Sby, 12 Agustus 93